Kadang kala, kita merasa gagal ketika membuat keputusan-keputusan di masa lalu.
Ada banyak hal-hal yang kita sesali, lalu kemudian berulang kali menyalahkan diri sendiri.
"Seandainya dulu aku seperti ini . . ."
"Seandainya aku tidak bertindak seperti itu . . ."
Yang kamu tahu, mau kamu ucapkan sebanyak apa pun, kamu tidak bisa menghindari apa yang sudah terjadi.
Perasaan kita tidak selalu lurus.
Sering kali kita bertindak berdasarkan emosi sesaat yang kita rasakan saat itu.
It feels like, "Oh my God, I ruined everything.."
Satu hal yang pasti; kita tidak sesempurna itu untuk menjadi manusia.
Ketika hati kita tidak tenang, kita menjadi orang yang gegabah.
Tidak bijak dalam menilai keadaan.
Sebagian orang mungkin bisa menerima kenyataan dengan begitu cepat, tapi tidak dengan sebagian lainnya.
Sedalam apa luka yang kamu punya, selama itu pulalah waktu yang kamu butuhkan untuk merasa pulih.
Barang kali, kita membuat kesalahan disebabkan karena ketidaktahuan.
Kalau Tuhan saja bisa memaafkan manusia dengan alasan demikian, mengapa tidak dengan diri kita?
Kalau saat ini kamu sedang merasa tidak nyaman dikarenakan kesalahan ketika mengambil keputusan,
i tell you something; it is what it is..
Renungan terhadap kesalahan tidak akan pernah menjadi pembelajaran ketika kamu tidak mengambil tindakan nyata sebagai perbaikan.
Dan, bentuk permintaan maaf terhadap diri sendiri yang paling bijak adalah dengan menjadikan diri lebih baik.
Comments
Post a Comment