Skip to main content

Jikoshoukai


Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Hai, temen-temen. Gimana kabarnya? Semoga kita dan keluarga masih dalam lindungan Allah SWT. Btw, sekarang karantina hari ke berapa sih? Sudah tak terhitung lagi ya jumlahnya, ahaha. Tapi gapapa, semoga pula Allah limpahkan kita kesabaran untuk menjalaninya. 
Sebelumnya perkenalkan, aku Rahmawati Rahayu. Tapi aku lebih senang dipanggil Yayu. Sekarang aku sedang sibuk menjalani dunia perkuliahan tahun kedua di jurusan Geografi Universitas Indonesia. 
Mungkin judul yang aku pakai terlihat asing, tapi mungkin juga terdengar umum bagi para Japanofilia. Jadi, 'jikoshoukai' itu sebuah istilah dalam bahasa Jepang yang berarti self-introduction. Sesuai dengan judulnya, aku akan menjelaskan apa-apa aja yang akan aku lakukan dengan blog ini.

Membuat blog termasuk dalam wishlist-ku. Tapi terlalu lama memikirkan konsep membuatku not go action. Akhir-akhir ini aku juga lumayan sering menuliskan opini aku di feed instagram. Sayangnya, di instagram membatasi jumlah karakter yang seringkali aku rasa membatasi pula opiniku secara utuh. Maka di blog ini aku akan membagikan pengalaman, pemikiran, dan perasaan pada temen-temen. Di sini aku hanya mencoba memberikan manfaat dari apa yang aku miliki. Karena menurutku, hidup menjadi manusia baik itu tidaklah cukup, tapi hiduplah menjadi sebaik-baiknya manusia, salah satunya adalah menjadi yang paling bermanfaat. Dan ini adalah langkah ikhtiarku. :)

Alasan mengapa aku memilih 'Muslim Roadmaps' untuk blog ini. Berikut maknanya yang aku kutip dari artikata.com :

Muslim is believer in or follower of Islam and Roadmap is a detailed plan or explanation to guide you in setting standards or determining a course of action. 

Kemudian frasa tersebut aku maknai secara pribadi. Muslim, merupakan anugerah bagiku. Ada rasa bangga pada diriku menjadi seorang muslim dan aku ingin menunjukkan identitasku dari golongan tersebut. Aku pun tengah berusaha memaknai Islam sebagai keyakinan, bukan sebagai agama warisan. Roadmap, peta jalan. Peta dapat dibilang menjadi 'personal branding' seorang geograf. Seperti yang kita tahu, peta menjadi penentu arah kemana kita akan melangkah untuk mencapai suatu tujuan. Ketika kedua kata tersebut digabungkan, 'Muslim Roadmaps' maka akan menjadi 'Peta Jalan Muslim'. Kalian tahu apa peta jalan untuk seorang Muslim? Yups, Al-Qur'an dan Al-Hadits. Sebab itu aku tuliskan roadmaps dalam bentuk jamak.

Jadi, Insyaa Allaah, segala hal yang aku sampaikan di blog ini akan aku beri 'bumbu-bumbu' dengan peranku sebagai seorang Muslim yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadits.
Semoga segala niat baik kita semua dilancarkan oleh-Nya, ya :)

Thank you, and happy reading!

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Comments

Popular posts from this blog

Memaafkan Diri di Masa Lalu

Kadang kala, kita merasa gagal ketika membuat keputusan-keputusan di masa lalu. Ada banyak hal-hal yang kita sesali, lalu kemudian berulang kali menyalahkan diri sendiri. "Seandainya dulu aku seperti ini . . ." "Seandainya aku tidak bertindak seperti itu . . ." Yang kamu tahu, mau kamu ucapkan sebanyak apa pun, kamu tidak bisa menghindari apa yang sudah terjadi. Perasaan kita tidak selalu lurus. Sering kali kita bertindak berdasarkan emosi sesaat yang kita rasakan saat itu. It feels like, "Oh my God, I ruined everything.." Satu hal yang pasti; kita tidak sesempurna itu untuk menjadi manusia. Ketika hati kita tidak tenang, kita menjadi orang yang gegabah. Tidak bijak dalam menilai keadaan. Sebagian orang mungkin bisa menerima kenyataan dengan begitu cepat, tapi tidak dengan sebagian lainnya. Sedalam apa luka yang kamu punya, selama itu pulalah waktu yang kamu butuhkan untuk merasa pulih. Barang kali, kita membuat kesalahan disebabkan karena ketidaktahuan. K...

Tungguku dan Jenuhmu

Tidak seperti biasa, pukul satu tiga puluh dini hari aku masih terjaga. Menjadi giliranku menertawai bunyi alarm, yang selama ini kukutuki sebab mengejutkanku setiap pukul tiga. Kamu tahu apa yang membuatku terjaga pada malam itu? Sama seperti apa yang dipikirkan perempuan berusia dua puluh dua lainnya. Seandainya aku punya nyali besar untuk mengaku, aku paham betul apa maksud tulisanmu pada enam September lalu. Aku benar-benar tahu soal itu. Begini kan yang kamu mau? Bertukar jiwa lewat permainan kata yang begitu ambigu? Kadang kala aku merasa perlu bersyukur. Ruang dan waktu yang tak terhimpun menjadi satu selalu berhasil menjadi penghubung. Membuat takut dan harap begitu memikat setiap kali dilalu. Coba tebak, menurutmu, mana yang akan terjadi lebih dulu? Rasa sabarku yang terkikis karena terlalu lama menunggu, atau jenuhmu yang tersemai sebab pernah terlalu menggebu? ~ Depok, 05 Januari 2023

Mengomunikasikan Ekspektasi

"Aku inginnya kamu melakukan ini. Kenapa kamu tidak mengerti?" Aku ingat betul hari itu. Satu dari 365 hari yang kulalui, yang kuharap tak pernah terulang kembali di kemudian hari. Kalau bisa, aku akan berjanji untuk tidak melakukan hal bodoh itu lagi. Sebelum itu, aku ingin bertanya kepada kamu yang membaca ini. Menurutmu, apa yang lebih menyedihkan dibanding memenuhi permintaan seseorang, untuk menurunkan kepercayaan yang telah kita beri? Tapi.. Sebentar..  Apakah kepercayaan juga menjadi bagian kecil dari sebuah ekspektasi ? Jika "iya", maka aku lengah. Bagaimana bisa aku selalai itu melupakan kecewa untuk membersamainya? Sebagai pihak yang merasa dikecewakan, aku punya sudut pandang yang ingin dibagi. Kamu harus mengerti, bahwa setiap orang ingin diperlakukan sama, seperti halnya dia memperlakukan orang tersebut. Memprioritaskan dan diprioritaskan. Mengutamakan dan diutamakan. Mengistimewakan dan diistimewakan. Aku tidak tahu padanan kata apalagi yang bisa mem...