Skip to main content

Stay on the Track


"Envy prevents you from focusing on yourself."


Seseorang pernah bertanya pada saya melalui question box di instagram.
"Ada tips biar nggak iri sama pencapaian orang lain?"

Kalau ditanya mengenai pendapat saya, saya menganggap bahwa perasaan iri adalah sebuah distraksi dari fokus tujuan kita. Sebenarnya ini juga belajar dari pengalaman pribadi dan perlahan menemukan sebuah self-healing darinya.

Perasaan iri ini umumnya diawali dengan sebuah usaha membandingkan diri kita dengan orang lain. Selanjutnya akan timbul perasaan rendah diri dan merasa bahwa diri kita masih gini-gini aja, tidak punya pencapaian apa-apa. Dan dampak paling buruk dari kegiatan membandingkan diri kita dengan orang lain adalah dengki, sebuah perasaan ketika seseorang tidak senang melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dari-Nya. Naudzubillaah..

Kenapa saya menganggap perasaan iri adalah distraksi? Misalnya, kita melihat salah seorang teman kita yang baru buka usaha rumah makan. Kemudian terbesit dalam hati kita, "Wah! Si A hebat, ya. Sudah bisa bikin usaha rumah makannya sendiri. Aku mah apa atuh.. Seumuran sama dia tapi masih aja belum punya pencapaian apa-apa." Padahal ya memang sejak awal kita tidak ada plan dan prepare untuk menjadi wirausahawan seperti yang dia lakukan.

Saya percaya, bahwa setiap orang yang lahir di dunia, mereka lahir dari latar belakang keluarga yang berbeda, pola asuh orang tua yang berbeda, lingkungan sosial yang berbeda, memiliki modal yang berbeda, memiliki pengalaman pendidikan yang berbeda, memiliki potensi yang berbeda, memiliki tujuan yang berbeda, dan sudah pasti jalan hidupnya juga berbeda. Maka akan sangat tidak adil jika kemudian kita dengan mudahnya membandingkan diri kita dengan semua perbedaan tersebut. Toh ya, belum tentu juga kalau kita diberi kenikmatan yang sama, kita juga akan bahagia, meskipun semua kenikmatan tersebut sangat prestise jika terdengar di telinga.

Sudah pernah mendengar kisah Qorun? Singkat cerita, Qorun pernah meminta kepada Rasulullaah agar didoakan mendapat banyak harta dan berjanji akan menyedekahkan harta tersebut di jalan Allah. Rasulullah sempat menolak permintaan Qorun tersebut. Namun, karena Qorun tetap memaksa Rasulullah, akhirnya Rasulullah mengabulkan permintaan Qorun tersebut. Setelah mendapatkan harta yang melimpah, apakah Qorun menunaikan janjinya? Qorun justru berlaku sombong hingga datang murka Allah untuk menenggelamkan Qorun bersama hartanya ke dalam perut bumi. See? "Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu." (QS. 17: 54)

Kalau sedang merasa iri, jadikan itu sebagai motivasi tanpa merasa rendah diri. Stay on the track pada rencana-rencana yang sudah kita buat sebelumnya. Kuatkan ikhtiar, doa, dan tawakal. Kita tidak akan dihisab untuk sesuatu yang bukan menjadi ranah kendali kita. Kita juga tidak bisa 'menang' jika tetap membandingkan, karena sampai kapan pun akan selalu ada orang yang lebih baik dari kita untuk sesuatu hal, apa pun itu. Jadi, ingat-ingat kembali, apa sih tujuan kita dilahirkan di dunia? Untuk beribadah dan menjadi khalifah di bumi-Nya, kan?


~ Brebes, July 2021
feeling good 'cause finally I'm home :)

Comments

  1. mantep banget kak tulisannya dan inspiratif. Boleh ka mampir ke web saya, piliang20.blogspot.com : )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Semoga kita bisa saling menginspirasi dari tulisan yang kita buat. InshaAllah saya juga akan mampir di web milik Pilliang. :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memaafkan Diri di Masa Lalu

Kadang kala, kita merasa gagal ketika membuat keputusan-keputusan di masa lalu. Ada banyak hal-hal yang kita sesali, lalu kemudian berulang kali menyalahkan diri sendiri. "Seandainya dulu aku seperti ini . . ." "Seandainya aku tidak bertindak seperti itu . . ." Yang kamu tahu, mau kamu ucapkan sebanyak apa pun, kamu tidak bisa menghindari apa yang sudah terjadi. Perasaan kita tidak selalu lurus. Sering kali kita bertindak berdasarkan emosi sesaat yang kita rasakan saat itu. It feels like, "Oh my God, I ruined everything.." Satu hal yang pasti; kita tidak sesempurna itu untuk menjadi manusia. Ketika hati kita tidak tenang, kita menjadi orang yang gegabah. Tidak bijak dalam menilai keadaan. Sebagian orang mungkin bisa menerima kenyataan dengan begitu cepat, tapi tidak dengan sebagian lainnya. Sedalam apa luka yang kamu punya, selama itu pulalah waktu yang kamu butuhkan untuk merasa pulih. Barang kali, kita membuat kesalahan disebabkan karena ketidaktahuan. K...

Tungguku dan Jenuhmu

Tidak seperti biasa, pukul satu tiga puluh dini hari aku masih terjaga. Menjadi giliranku menertawai bunyi alarm, yang selama ini kukutuki sebab mengejutkanku setiap pukul tiga. Kamu tahu apa yang membuatku terjaga pada malam itu? Sama seperti apa yang dipikirkan perempuan berusia dua puluh dua lainnya. Seandainya aku punya nyali besar untuk mengaku, aku paham betul apa maksud tulisanmu pada enam September lalu. Aku benar-benar tahu soal itu. Begini kan yang kamu mau? Bertukar jiwa lewat permainan kata yang begitu ambigu? Kadang kala aku merasa perlu bersyukur. Ruang dan waktu yang tak terhimpun menjadi satu selalu berhasil menjadi penghubung. Membuat takut dan harap begitu memikat setiap kali dilalu. Coba tebak, menurutmu, mana yang akan terjadi lebih dulu? Rasa sabarku yang terkikis karena terlalu lama menunggu, atau jenuhmu yang tersemai sebab pernah terlalu menggebu? ~ Depok, 05 Januari 2023

Mengomunikasikan Ekspektasi

"Aku inginnya kamu melakukan ini. Kenapa kamu tidak mengerti?" Aku ingat betul hari itu. Satu dari 365 hari yang kulalui, yang kuharap tak pernah terulang kembali di kemudian hari. Kalau bisa, aku akan berjanji untuk tidak melakukan hal bodoh itu lagi. Sebelum itu, aku ingin bertanya kepada kamu yang membaca ini. Menurutmu, apa yang lebih menyedihkan dibanding memenuhi permintaan seseorang, untuk menurunkan kepercayaan yang telah kita beri? Tapi.. Sebentar..  Apakah kepercayaan juga menjadi bagian kecil dari sebuah ekspektasi ? Jika "iya", maka aku lengah. Bagaimana bisa aku selalai itu melupakan kecewa untuk membersamainya? Sebagai pihak yang merasa dikecewakan, aku punya sudut pandang yang ingin dibagi. Kamu harus mengerti, bahwa setiap orang ingin diperlakukan sama, seperti halnya dia memperlakukan orang tersebut. Memprioritaskan dan diprioritaskan. Mengutamakan dan diutamakan. Mengistimewakan dan diistimewakan. Aku tidak tahu padanan kata apalagi yang bisa mem...