Akhir-akhir ini kembali merasakan dinamika yang luar biasa setelah sekian lama rasanya pandemi merenggut itu semua. Terutama tentang mereka, orang-orang yang selalu Allah berikan hidayah ghiroh dakwah dalam jiwanya.
Sempat bertanya-tanya, "Kenapa sih, kalo ada apa-apa tentang dakwah kampus, yang direkomendasikan itu-itu aja? Gantian, kek. Yang lain udah pada capek, udah sampe sakit, bahkan ada yang sampe finansialnya terganggu abis-abisan." Begitulah keluhku saat itu.
Kadang aku juga ingin seperti yang lainnya, di tahun terakhir perkuliahan ingin fokus menyibukan diri pada skripsian, magang, dan mencari cuan. Salah seorang temenku bilang, bahwa title yang didapatkan saat menjadi pengurus lembaga dakwah kampus kurang menarik HRD saat kelak ketika melamar pekerjaan. Dari situlah agaknya beberapa orang mulai merasa perhitungan. "Ya lo dakwah nggak usah pake itung-itungan.", satu kalimat dari temanku itu membuatku kemudian menjadi berpikir kembali.
Agaknya terlalu berharga jika dakwah hanya mengharapkan imbalan kenikmatan duniawi semata.

Comments
Post a Comment