
Kau menilai bahwa batas dirimu sudah cukup hanya sampai sini.
Tidak mau menambahkannya lagi.
Tapi ternyata, masih ada seorang lagi yang mempercayakan urusannya kepadamu.
Dengan banyaknya aktivitas yang kau jalani, bagimu sulit untuk menentukan kapan waktumu memikirkan umat, dan kapan waktumu memikirkan kepentingan diri sendiri.
Lelah? Tentu saja.
Tapi entah kenapa, tak terbesit dalam hati dan pikiranmu untuk menyerah begitu saja.
Dalam gundahnya batin, sampai-sampai kau tak tahu bagaimana untuk mengatakannya.
Kau hanya bisa menangis sesenggukan dan mengadu kepada Tuhan bahwa dirimu lelah.
Kau berusaha mempersatukan antara perasaan khauf dan raja', lalu kau meminta agar selalu diberi kekuatan, kemudahan, kesempurnaan urusan, dan keistiqomahan kepada-Nya.
Mudah saja bagimu untuk mencari-Nya.
Kau tahu bahwa sesungguhnya Dia adalah dekat.
Kau hanya perlu berdoa memohon kepada-Nya, maka niscaya Dia akan mengabulkan.
Dan kau juga tahu, hanya dengan mengingat-Nyalah hati menjadi tenang.
Kau meyakini bahwa Tuhanmu tidak akan meninggalkanmu, apalagi membenci dirimu.
Kau percaya bahwa hari kemudian itu lebih baik bagimu dari yang sekarang.
Kau melihat sebuah kemenangan-kemenangan di ujung sana.
Untuk itulah kau tetap bertahan untuk menyibukkan diri pada kebaikan.
Pada satu pintu kebaikan, pasti akan membuka pintu-pintu kebaikan yang lain.
Kau berprasangka baik bahwa kelak Tuhanmu pasti akan memberikan karunia-Nya setelah itu.
Ada lillah yang berkah pada lelahmu.
Kau benar-benar mengimani semua itu sebagai balasan kebaikan yang telah dijanjikan Tuhanmu.
~Ramadhan #1
Depok, 3 April 2022
Comments
Post a Comment