Aku pernah menemukan sebuah kalimat yang kurang lebih mengatakan begini,
"Tawakal itu berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Meski kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi dan terjadi di masa depan. Meski kita tidak tahu jawabannya sekarang."
Dalam ketidaktahuan, sering kali kita begitu mengkawatirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
Kita lupa, bagaimana akhir dari perjalanan hidup kita telah Ia rencanakan sejak lima puluh ribu tahun yang lalu, bahkan sebelum langit dan bumi diciptakan.
Namun, kenapa kepala kita rasanya begitu riuh memikirkan hal-hal yang di luar jangkauan akal kita sebagai manusia?
Ada banyak pintu-pintu kebaikan yang tersedia di dunia.
Jika satu pintu tertutup untukmu, maka segera cari pintu yang lain.
Jangan malah termenung menunggu di depannya.
Sepertinya kita harus kembali kepada fakta, bahwa setiap manusia hanya mampu merencana, berusaha, dan berdoa.
Bagaimana pun hasilnya, bukanlah menjadi ranah kekuasaan kita.
Setelah menuliskan ini, janji kalau kamu membacanya lagi, kamu telah menemukan jawabannya.
Kamu telah mendapatkan hikmah kebaikan dan bersyukur kepada dirimu di masa lalu yang telah membuat keputusan seperti demikian.
Terima kasih telah bertahan dan bersabar untuk terus bertawakal.
Terima kasih telah berusaha selalu berprasangka baik terhadap-Nya.
"When you get what you want, that is Allah's direction.
When you don't get what you want, that is Allah's protection.
He will ALWAYS guide us."
Depok, 22 Mei 2022


Comments
Post a Comment