Jika ditanya apa yang bisa kudapatkan dari tahun 2023,
maka jawabku adalah, aku semakin mengenal diriku sendiri.
Bukankah para sufi menyebut bahwa proses mengenali diri sendiri juga menjadi kunci mengenali Tuhan?
Bagiku, bertambahnya hari, bulan, dan tahun adalah kesempatan untuk mengenali diri sendiri.
Apa, siapa, dan seperti apa yang kubutuhkan dan inginkan.
Dengan begitu, Allah pertemukanku dengan orang-orang yang membantuku untuk bertumbuh seperti demikian, atau seperti yang Allah rencanakan.
Beralih atau bertambahnya peran akan menjadi konsekuensi logis dari berubahnya prioritas dan kebutuhan serta bergilirnya orang-orang yang kita temui dalam kehidupan.
Peran tersebut terkadang datang secara tiba-tiba.
Di luar perencanaan.
Tak menanyakan kita telah siap atau tidak.
Jadi, kalau yang kita lalui itu dirasa tidak sempurna, tidak apa-apa.
Dunia memang tidak ada yang sempurna, terlebih jika itu adalah pengalaman yang pertama.
Kalau kamu merasa kecewa atas sesuatu yang tidak sesuai harapan, ekspresikan saja.
Menangislah jika memang diperlukan.
Namun selepas itu, tinggalkanlah apa-apa yang membuatmu kecewa dan hiduplah seperti biasanya.
Percayalah, berlarut-larut dalam kesedihan tak akan bisa mengubah apa-apa selain memuaskan kekecewaanmu saja.
Jika banyak dari target-target hidupmu pada tahun lalu yang tidak terlaksana, tak masalah.
Apalagi kalau mereka dibuat hanya berdasarkan ketakutanmu merasa tertinggal dengan pencapaian manusia lainnya.
Tak perlu menyesal.
Semua itu bukan sepenuhnya salahmu.
Memang dunia saja yang tidak ada habisnya.
Menyesallah jika pada tahun tersebut kebaikanmu tidak bertambah dan tak ada orang yang bisa kauberi manfaat.
Sepanjang bertambahnya waktu yang kaupunya, sepanjang itulah kaupunya kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Jadi, tidak apa-apa.
Kita coba lagi tahun ini, ya!
Jakarta Timur, 01 Januari 2024
Comments
Post a Comment