Skip to main content

Selalu, Ada yang Lebih Baik

Ya Allah, bolehkah untuk kali ini saja aku memberanikan diri berkata kepada-Mu bahwa dunia yang Kauciptakan ini tidak adil?

Rasanya lelah sekali hidup di dunia ini.
Mendapati orang lain yang hidup lebih baik dari diriku.
Iya, aku iri dengan nikmat-nikmat yang Kautitipkan kepadanya.
Keluarga yang cemara, bergelimang harta, indah rupanya, derajat yang terpandang manusia, ilmu yang tak terkira, baik akhlak dan agamanya. 
Rasanya, dia hadir dengan begitu sempurna. Hidupnya terlihat berjalan lebih mudah dari yang lainnya.

Kauingin aku berlomba kebaikan dengannya, sedangkan Kautidak menitipkanku perbekalan yang sebanding seperti dirinya.
Jika aku ingin berada di titik yang sepadan, usahaku harus lebih keras, waktu yang kubutuhkan jauh lebih panjang.

Kaubilang menilai manusia dari apa yang diusahakannya. 
Tapi sebagai manusia, sering kali aku sendiri pun tak benar-benar yakin dengan apa yang sedang kukerjakan.
Berbuah pahala belum tentu, menjadi dosa sudah pasti begitu.
Aku tahu semua ini hanya sementara, tapi mengapa harus sesilau ini?

Ya Allah, jika dengan mengatakan seperti ini berarti aku telah meragukan janji-Mu dan tidak mensyukuri ketetapan-Mu, maka ampunilah aku atas ketidaktahuanku.


Brebes, 1 Syawwal 1445 H

Comments

Popular posts from this blog

Memaafkan Diri di Masa Lalu

Kadang kala, kita merasa gagal ketika membuat keputusan-keputusan di masa lalu. Ada banyak hal-hal yang kita sesali, lalu kemudian berulang kali menyalahkan diri sendiri. "Seandainya dulu aku seperti ini . . ." "Seandainya aku tidak bertindak seperti itu . . ." Yang kamu tahu, mau kamu ucapkan sebanyak apa pun, kamu tidak bisa menghindari apa yang sudah terjadi. Perasaan kita tidak selalu lurus. Sering kali kita bertindak berdasarkan emosi sesaat yang kita rasakan saat itu. It feels like, "Oh my God, I ruined everything.." Satu hal yang pasti; kita tidak sesempurna itu untuk menjadi manusia. Ketika hati kita tidak tenang, kita menjadi orang yang gegabah. Tidak bijak dalam menilai keadaan. Sebagian orang mungkin bisa menerima kenyataan dengan begitu cepat, tapi tidak dengan sebagian lainnya. Sedalam apa luka yang kamu punya, selama itu pulalah waktu yang kamu butuhkan untuk merasa pulih. Barang kali, kita membuat kesalahan disebabkan karena ketidaktahuan. K...

Tungguku dan Jenuhmu

Tidak seperti biasa, pukul satu tiga puluh dini hari aku masih terjaga. Menjadi giliranku menertawai bunyi alarm, yang selama ini kukutuki sebab mengejutkanku setiap pukul tiga. Kamu tahu apa yang membuatku terjaga pada malam itu? Sama seperti apa yang dipikirkan perempuan berusia dua puluh dua lainnya. Seandainya aku punya nyali besar untuk mengaku, aku paham betul apa maksud tulisanmu pada enam September lalu. Aku benar-benar tahu soal itu. Begini kan yang kamu mau? Bertukar jiwa lewat permainan kata yang begitu ambigu? Kadang kala aku merasa perlu bersyukur. Ruang dan waktu yang tak terhimpun menjadi satu selalu berhasil menjadi penghubung. Membuat takut dan harap begitu memikat setiap kali dilalu. Coba tebak, menurutmu, mana yang akan terjadi lebih dulu? Rasa sabarku yang terkikis karena terlalu lama menunggu, atau jenuhmu yang tersemai sebab pernah terlalu menggebu? ~ Depok, 05 Januari 2023

Mengomunikasikan Ekspektasi

"Aku inginnya kamu melakukan ini. Kenapa kamu tidak mengerti?" Aku ingat betul hari itu. Satu dari 365 hari yang kulalui, yang kuharap tak pernah terulang kembali di kemudian hari. Kalau bisa, aku akan berjanji untuk tidak melakukan hal bodoh itu lagi. Sebelum itu, aku ingin bertanya kepada kamu yang membaca ini. Menurutmu, apa yang lebih menyedihkan dibanding memenuhi permintaan seseorang, untuk menurunkan kepercayaan yang telah kita beri? Tapi.. Sebentar..  Apakah kepercayaan juga menjadi bagian kecil dari sebuah ekspektasi ? Jika "iya", maka aku lengah. Bagaimana bisa aku selalai itu melupakan kecewa untuk membersamainya? Sebagai pihak yang merasa dikecewakan, aku punya sudut pandang yang ingin dibagi. Kamu harus mengerti, bahwa setiap orang ingin diperlakukan sama, seperti halnya dia memperlakukan orang tersebut. Memprioritaskan dan diprioritaskan. Mengutamakan dan diutamakan. Mengistimewakan dan diistimewakan. Aku tidak tahu padanan kata apalagi yang bisa mem...